Minggu, 10 Februari 2008

antropologi " fungsi kebudayaan didalam masyarakat "

ANTROPOLOGI DAN KEBUDAYAAN
“Fungsi kebudayaan di dalam masyarakat”







Disusun guna melengkapi tugas uji kompetensi dasar 1 mata kuliah antropologi dan kebudayaan fakultas hukum universitas sebelas maret Tahun Ajaran 2010-2011.

Disusun oleh    :
Nama    : Donata Bagus Prakoso
NIM    : E00101**
Kelas    : G


BAB I
PENDAHULUAN

A.    latar belakang

Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dengan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri, bahwa peran kebudayaan didalam suku-suku atau daerah daerah tersebut menjadi sangat penting.
Hal ini disebabkan, masih adanya rasa keterikatan masyarakat dengan kebudayaan tersebut. Sehingga terdapat begitu banyak fungsi-fungsi kebudayaan yang menjadi tolok ukur tingkah perilaku mereka.
Hal ini yang membuat penulis ingin mengetahui, seperi apa fungsi fungsi kebudayaan yang terdapat di dalam masyarakat.
Tidak hanya itu saja, penulis juga menuis hal-hal lain yang berkaitan dengan kebudayaan itu sendiri.














BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi budaya

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

Dengan demikian, budayalah yang mengatur atau mengorganisasikan perilaku seseorang dan dapat mengetahui perilaku dari orang lain.























B.    Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

EB. Taylor (1971) mendefinisikan kebudayaan sebagai kompleks  yang mencakup pengetauan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain-lain. Kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Konsepsi diatas mengandung makna bahwa kebudayaan mencakup kesemuannya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan:

    Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
    Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
    Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
    Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional


















C.    Unsur-Unsur Kebudayaan

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    alat-alat teknologi
    sistem ekonomi
    keluarga
    kekuasaan politik

2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    organisasi ekonomi
    alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    organisasi kekuatan (politik)

3. Unsur-unsur kebudayaan:
    Sistem Religi/ Kepercayaan
System kepercayaan, agama, ilmu ghaib
    Sistem organisasi kemasyarakatan
Sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan, dan sebagainya.

    Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan kemasyarakatan.
    Bahasa dan kesenian
Bahasa lisan maupun tertulis
    Mata pencaharian hidup
Pertanian peternakan, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya.
    Peralatan dan teknologi
Pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, alat-alat transportasi, dan sebagainya.














D.    Wujud Dan Komponen Kebudayaan
a.    Wujud
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
    Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
    Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.




    Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
b.    komponen
Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
    Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
    Kebudayaan non material
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.


E. Fungsi, Hakekat dan Sifat Kebudayaan Fungsi Kebudayaan
Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap kalau akan berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya.
kebudayaan berfungsi sebagai:
    Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
    Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya
    Pembimbing kehidupan manusia
    Pembeda antar manusia dan binatang
Hakekat Kebudayaan
    Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia
    Kebudayaan itu ada sebelum generasi lahir dan kebudayaan itu tidak dapat hilang setelah generasi tidak ada
    Kebudayan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya
    Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang memberikan kewajiban kewajiban
Sifat kebudayaan
    Etnosentis
    Universal
    Alkuturasi
    Adaptif
    Dinamis (flexibel)
    Integratif (Integrasi)

Aspek-aspek kebudayaan
    Kesenian:
Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.
    Bahasa:
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
    Adat Istiadat
    Budaya daerah:
Budaya lokal, atau kebudayaan yang ada pada daerah masing-masing
    Budaya Nasional:
Menurut Ki Hajar Dewantara budaya nasional yaitu puncak-puncak kebudayaan daerah yang tinggi nilainya dan luhur.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perubahan kebudayaan faktor-faktor pendorong proses kebudayaan daerah
    kontak dengan negara lain
    sistem pendidikan formal yang maju
    sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
    penduduk yang heterogen
    ketidak puasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
Faktor-faktor penghambat proses perubahan kebudayaan
1.faktor dari dalam masyarakat
•    bertambah dan berkurangnya penduduk
•    penemuan-penemuan baru
•    petentangan-pertentangan didalam masyarakat
•    terjadinya pemberontakan didalam tubuh masyarakat itu sendiri
2. faktor dari luar masyarakat
•    berasal dari lingkungan dan fisik yang ada disekitar manusia
•    peperangan dengan negara lain
•    pengaruh kebudayaan masyarakat lain

BAB III
PENUTUP

Terimakasih penulis ucapkan bagi pembaca yang telah sudi membaca paper yang berjudul “fungsi kebudayaan di dalam masyarakat” ini. Penulis menyadari, bahwa dalam pembuatan paper ini, masih mempunyai banyak kekurangan. Yang penulis harapkan, semoga paper ini dapat bermanfaat dan berguna bagi para pembaca.
Demikian tugas paper ini dibuat,mohon maaf jika ada salah pengungkapan kata, atau kekurangan-kekurangan yang lain. Penulis menerima dengan lapang dada segala kritikan yang berasal dari pembaca.
Sekian, terimakasih.




















DAFTAR PUSTAKA

•    MG. Sri Wiyarti dan Sutapa Mulya Widodo. 2008. Sosiologi. Penerbit: UNS press, Surakarta.
•    Agus, Sri. 2007. Antropologi, Pelajaran Antropologi untuk SMA/MA Program Bahasa Kelas XII. Penerbit: ganeca exact, Jakarta.
•    Isharyanto.2010. Antropologi budaya.
•    Catatan antropologi kelas XI bahasa SMAN 1 Sukoharjo Tahun ajaran 2008-2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar